Latihan berbicara bahasa Inggris | teks latihan, aplikasi AI gratis, dan cara berlatih setiap hari
Dipublikasikan: ·Diperbarui: ·Baca 15 menit

Hitung kesalahan yang terus kamu ulang di kelas bahasa Inggris online
SpeakCoach menganalisis rekaman les Anda dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bisa Anda pakai lain kali.
- kesalahan tata bahasa yang terus kamu ulang
- apa yang belum bisa kamu ucapkan
Banyak orang sudah bertahun-tahun belajar bahasa Inggris. Membaca bisa, mendengarkan lumayan, tetapi begitu harus bicara, kalimatnya tidak keluar. Artikel ini untuk kamu yang ingin mulai latihan berbicara bahasa Inggris, entah baru mulai dari dasar atau sudah ikut les tetapi merasa kemampuan bicaramu tidak maju-maju.
Isinya menjawab lima hal secara berurutan: sejauh mana AI bisa dipakai untuk latihan dan apa bedanya yang gratis dengan yang berbayar, teks seperti apa yang cocok untuk latihan, cara berlatih setiap hari, pilihan latihan online yang gratis, dan apa yang perlu dilakukan setelah les supaya latihanmu tidak berputar di kalimat yang itu-itu saja.
Ringkasan
- Latihan berbicara bisa dilakukan sendiri setiap hari, tanpa lawan bicara.
- Paket gratis ChatGPT memberi obrolan teks tanpa batas, tetapi obrolan suara dan ingatannya dibatasi.
- ELSA Speak dan Speak adalah aplikasi berbentuk pelajaran yang memberi umpan balik.
- Teks latihan paling berguna kalau dibaca keras, lalu diucapkan ulang tanpa melihat.
- AI tidak tahu kalimat mana yang macet saat kamu bicara dengan orang sungguhan.
- Schmidt (1990) mengusulkan bahwa hal yang disadari pelajar adalah titik awal belajar.
- Dalam eksperimen hafalan kata Karpicke dan Roediger (2008), hafalan lebih bertahan lama dengan mengingat kembali daripada dengan membaca ulang.
Latihan berbicara dengan AI dan aplikasi: gratis atau berbayar, apa bedanya
AI membuat kamu bisa latihan bicara kapan saja tanpa takut salah di depan orang lain. Cocok untuk berlatih percakapan sebelum menghadapi situasi yang sebenarnya, misalnya wawancara kerja, rapat dengan klien, atau sekadar bercerita soal akhir pekan. Tetapi cara kerja aplikasi untuk latihan bicara cukup berbeda satu sama lain, dan batas versi gratisnya pun tidak sama. Tabel di bawah hanya memuat hal yang tertulis di situs resmi masing-masing.
| Alat | Cocok untuk latihan apa | Yang bisa dipakai gratis | Yang perlu diketahui sebelum dipakai |
|---|---|---|---|
| ChatGPT | Mengobrol bebas. Topik dan situasinya kamu tentukan sendiri, dan kamu bisa meminta usulan ungkapan yang lebih alami | Obrolan teks tanpa batas di paket gratis, sedangkan obrolan suara dibatasi | Ingatan dan konteks di paket gratis juga dibatasi, jadi bagian yang macet di obrolan sebelumnya tidak otomatis dilanjutkan |
| ELSA Speak | Latihan pelafalan yang diberi skor, dari tingkat kata, kalimat, sampai percakapan | Ada bagian yang bisa dipakai gratis | Situs resminya menyebut jalur belajar yang disesuaikan untuk tiap orang dan umpan balik langsung di setiap pelajaran |
| Speak | Latihan bicara dalam bentuk kalimat dan percakapan, dengan umpan balik soal pelafalan dan seberapa wajar ungkapanmu | Uji coba gratis tujuh hari, setelah itu berbayar. Harganya tidak diumumkan | Paket Premium Plus punya pelajaran yang dibuat dari kesalahanmu sendiri |
Sumber: ChatGPT pricing / ELSA Speak / Speak
Ketiganya bisa dibagi menjadi dua jenis. Jenis pertama adalah obrolan bebas seperti ChatGPT, yang topik dan situasinya kamu tentukan sendiri. Jenis kedua adalah aplikasi berbentuk pelajaran dengan skor seperti ELSA Speak dan Speak, yang cocok untuk melatih pelafalan dan kalimat mengikuti urutan yang sudah disusun aplikasinya. Kalau dasarmu masih lemah, aplikasi berbentuk pelajaran membantu karena kamu tidak perlu memikirkan sendiri apa yang harus dilatih. Kalau dasarnya sudah ada dan kamu ingin mencoba situasi yang benar-benar akan kamu hadapi, obrolan bebas lebih pas.
Soal gratis atau berbayar, bedanya bukan hanya boleh dipakai atau tidak. Di ChatGPT, yang dibatasi pada paket gratis adalah obrolan suara serta ingatan dan konteksnya. Mengetik dalam bahasa Inggris tetap bisa tanpa batas, tetapi kalau kamu ingin berbicara dengan suara setiap hari, batas itulah yang akan terasa. Di Speak, gratisnya berupa uji coba selama tujuh hari, jadi yang perlu diputuskan adalah apakah kamu akan lanjut membayar setelahnya. Di ELSA Speak, ada bagian yang bisa dipakai tanpa membayar.
Saat memakai AI untuk mengobrol bebas, obrolannya akan lebih sesuai dengan yang ingin dilatih kalau syaratnya disebutkan sejak pesan pertama: tingkat kemampuanmu, situasi yang ingin dicoba, permintaan agar AI bertanya satu per satu dan menunggu jawabanmu, lalu memberi satu usulan ungkapan yang lebih alami setiap kali kamu selesai menjawab.
Pesan pembukanya bisa seperti ini: “I'm an intermediate English learner. Let's practice a job interview. Ask me one question at a time and wait for my answer. After each answer, suggest one more natural way to say it.” Supaya yang terlatih memang kemampuan bicara, jawaban sebaiknya diucapkan dulu dengan suara sebelum diketik.
Ada dua batas AI yang sebaiknya diketahui sebelum mengandalkannya sepenuhnya. Pertama, halaman perbandingan paket resmi ChatGPT menyebut ingatan dan konteks di paket gratis dibatasi, jadi bagian yang macet kemarin tidak otomatis diangkat lagi untuk dilatih. Kedua, AI hanya tahu apa yang kamu katakan kepadanya. Bagian yang tidak bisa kamu ucapkan saat les, rapat, atau mengobrol dengan teman tidak terdengar oleh AI. Kalau tidak kamu bawa sendiri, kalimat yang sebenarnya macet tidak akan pernah muncul dalam latihan dengan AI.
Teks bahasa Inggris untuk latihan berbicara
Teks untuk latihan berbicara tidak harus panjang. Yang lebih penting, isinya dekat dengan hal yang benar-benar akan kamu ucapkan, dan cukup pendek untuk diulang berkali-kali. Di bawah ini ada empat teks pendek, dari yang paling mudah sampai yang berisi pendapat. Nama, pekerjaan, dan tempatnya bisa diganti dengan milikmu sendiri.
Teks 1: perkenalan diri. Bagian ini hampir selalu terpakai setiap kali bertemu orang baru, baik di les maupun di tempat kerja.
- Hi, I'm Dina. I work in marketing at a small company in Bandung. — Halo, saya Dina. Saya bekerja di bagian pemasaran di sebuah perusahaan kecil di Bandung.
- I've been in this job for three years. — Saya sudah tiga tahun di pekerjaan ini.
- Most of my work is talking with clients. — Sebagian besar pekerjaan saya adalah berbicara dengan klien.
- I'm learning English because I need it for work. — Saya belajar bahasa Inggris karena saya membutuhkannya untuk pekerjaan.
Teks 2: rutinitas sehari-hari. Kalimatnya pendek dan memakai simple present tense, jadi cocok untuk membiasakan lidah dengan ritme bahasa Inggris.
- I usually get up at six. — Biasanya saya bangun jam enam.
- I take the train to work, and it takes about forty minutes. — Saya naik kereta ke kantor, dan perjalanannya sekitar empat puluh menit.
- After work, I cook dinner or watch a series. — Sepulang kerja, saya memasak makan malam atau menonton serial.
- On weekends, I sometimes go to a café with my friends. — Pada akhir pekan, kadang saya pergi ke kafe bersama teman.
Teks 3: bercerita tentang kejadian yang sudah lewat. Di sini bentuk lampau mulai dipakai, dan bagian ini sering membuat bicara tersendat.
- Last weekend, I went to my cousin's wedding in Yogyakarta. — Akhir pekan lalu, saya pergi ke pernikahan sepupu saya di Yogyakarta.
- The train was late, so we arrived just before the ceremony. — Keretanya terlambat, jadi kami tiba tepat sebelum acaranya dimulai.
- I met a lot of relatives I hadn't seen for years. — Saya bertemu banyak kerabat yang sudah bertahun-tahun tidak saya temui.
- It was tiring, but I really enjoyed it. — Memang melelahkan, tetapi saya sangat menikmatinya.
Teks 4: menyampaikan pendapat. Teks ini paling sulit karena kamu harus memikirkan isi sambil menyusun kalimat, padahal bagian ini sering membantu obrolan tetap berlanjut.
- I think working from home has both good and bad points. — Menurut saya, bekerja dari rumah punya sisi baik dan sisi buruk.
- I save time because I don't have to commute. — Saya menghemat waktu karena tidak perlu pulang-pergi ke kantor.
- But sometimes it's hard to focus at home. — Tetapi kadang sulit fokus di rumah.
- So in my opinion, two or three days a week is best. — Jadi menurut saya, dua atau tiga hari seminggu adalah yang paling pas.
Membaca teks dengan suara keras saja belum cukup. Saat bicara sungguhan tidak ada teks di depanmu, jadi yang perlu dilatih adalah menyusun kalimat sendiri dari apa yang ingin disampaikan. Urutan berikut bisa dipakai untuk teks yang mana pun.
- Langkah 1: baca teksnya dengan suara keras dua atau tiga kali sambil memperhatikan bagian yang diberi tekanan.
- Langkah 2: tutup sisi bahasa Inggrisnya, lihat terjemahan Indonesianya saja, lalu ucapkan kalimat bahasa Inggrisnya.
- Langkah 3: kalau ada kalimat yang tidak keluar, buka sebentar, lalu ulangi kalimat itu dari awal.
- Langkah 4: esok harinya, ceritakan isi teks yang sama dengan kata-katamu sendiri tanpa melihat apa pun.
- Langkah 5: ganti satu bagian dengan ceritamu sendiri, misalnya nama kota atau pekerjaan, lalu ceritakan sekali lagi.
Langkah keempat dan kelima adalah bagian yang paling sering dilewati, karena membaca ulang teks yang sama memberi rasa sudah hafal. Padahal yang dibutuhkan saat mengobrol adalah menyusun kalimat tanpa contekan. Kalimat yang diucapkan ulang dengan kata-kata sendiri tidak harus sama persis dengan teksnya; kalau maksudnya tersampaikan, latihannya sudah berhasil.
Kalau ada kata yang kamu belum yakin cara bacanya, sebaiknya dicek dulu sebelum diulang-ulang supaya pelafalan yang keliru tidak ikut menjadi kebiasaan. Cara mengecek bunyi kata dan kalimat bahasa Inggris secara gratis dibahas di artikel tentang cara baca bahasa Inggris.
Cara berlatih berbicara setiap hari
Latihan bicara setiap hari tidak selalu perlu lawan bicara. Lima cara di bawah diurutkan dari yang bisa dilakukan sendiri sampai yang membutuhkan orang lain. Masing-masing melatih bagian yang berbeda, jadi kalau kamu tahu apa yang dilatih tiap cara, kamu bisa memadukannya sesuai waktu yang ada.
Cara 1: menirukan suara aslinya. Pilih audio atau video pendek yang punya transkrip, dengarkan satu kalimat, lalu ucapkan kalimat itu semirip mungkin dengan ritme dan tekanannya. Cara ini membiasakan lidah dengan bunyi bahasa Inggris, tetapi kalimatnya disiapkan orang lain, jadi kemampuan menyusun kalimat sendiri belum terlatih.
Cara 2: menceritakan apa yang sedang kamu lakukan. Saat memasak, di perjalanan, atau saat merapikan kamar, kegiatanmu diucapkan dalam bahasa Inggris yang sederhana, misalnya “I'm washing the dishes.” Cara ini memaksa kamu menyusun kalimat sendiri, dan kamu akan cepat menemukan kata yang tidak teringat. Kata-kata itu cukup dicatat dulu dalam bahasa Indonesia, lalu dicari padanan bahasa Inggrisnya belakangan.
Cara 3: merekam suaramu sendiri lalu mendengarkannya. Dengan perekam suara di HP, bicarakan satu topik selama sekitar satu menit, lalu putar ulang rekamannya. Saat mendengarkan ulang, kamu bisa menangkap hal yang tidak terasa waktu bicara, seperti jeda yang terlalu lama, kata yang kurang jelas, atau kata sambung yang itu-itu saja. Untuk cara ini, yang direkam cukup suaramu sendiri.
Cara 4: mengingat lalu mengucapkan tanpa melihat. Ambil kalimat yang kemarin dilatih, lihat terjemahan Indonesianya saja, lalu ucapkan bahasa Inggrisnya. Kalau tidak keluar, buka sebentar dan ucapkan lagi. Latihan ini hanya butuh beberapa menit, tetapi cukup mirip dengan bicara sungguhan, karena saat mengobrol tidak ada teks yang bisa dilihat.
Cara 5: bicara dengan orang sungguhan, entah di les online, dengan rekan kerja, atau di kelompok pertukaran bahasa. Dalam percakapan sungguhan kamu harus langsung menanggapi, dan topiknya belum tentu kamu yang memilih. Karena itu, kalimat yang tidak bisa keluar lebih sering muncul di sini, dan di sini pula kamu bisa melihat apakah kalimat yang sudah dilatih benar-benar bisa dipakai.
Hari ini ada waktu berapa lama untuk latihan bicara?
- Kurang dari lima menitAmbil tiga kalimat dari kemarin, tutup bahasa Inggrisnya, lalu ucapkan dari terjemahannya. Bisa dilakukan sambil menunggu kereta tanpa alat apa pun.
- Sekitar lima belas menitTirukan suara aslinya selama lima menit, lalu ceritakan isi yang sama dengan kata-katamu sendiri sambil merekam suaramu, dan dengarkan rekaman itu sekali.
- Ada les atau obrolan dengan orangTentukan satu kalimat hasil latihan yang pasti akan dipakai, dan begitu obrolan selesai, catat bagian yang macet dalam bahasa Indonesia sebelum lupa.
Kelima cara ini tidak perlu dilakukan semuanya dalam sehari. Yang membuat hasil latihan melekat adalah memakai kumpulan kalimat yang sama lewat beberapa cara: ditirukan pagi hari, diceritakan sendiri malam hari, diingat tanpa melihat keesokan harinya, lalu dipakai saat bicara dengan orang. Dengan begitu, satu kalimat terucap berkali-kali dalam bentuk yang berbeda, bukan kalimat baru setiap hari yang hanya diucapkan sekali.
Latihan speaking online gratis
Latihan bicara tidak harus mengeluarkan uang. Pilihan gratis bisa dibagi berdasarkan apa yang ditambahkannya pada latihanmu: bahan untuk ditirukan, kesempatan untuk bicara, atau tanggapan atas ucapanmu. Sebelum memilih, ada baiknya tahu dulu mana yang paling kurang dalam latihanmu sekarang.
- Video pelajaran atau berita berbahasa Inggris yang punya transkrip: bisa ditirukan per kalimat dan dicocokkan dengan teksnya.
- Kelompok pertukaran bahasa atau klub percakapan online: ada kesempatan bicara dengan penutur asli atau sesama pelajar, tetapi jadwal dan lawan bicaranya tidak selalu tetap.
- Perekam suara bawaan HP: cukup untuk merekam satu menit bicaramu lalu mendengarkannya lagi tanpa memasang aplikasi baru.
- Paket gratis alat AI: ChatGPT bisa dipakai mengobrol lewat teks tanpa batas, dan ELSA Speak punya bagian yang bisa dipakai gratis.
Kalau mencari latihan berbicara dengan kata “Google”, ada dua fitur yang mungkin dimaksud, dan syaratnya berbeda. Yang pertama adalah Speaking Practice di Google Penelusuran. Halaman bantuan resmi Google Penelusuran mencantumkan Indonesia di antara negara tempat fitur ini tersedia, dan menyebut fitur ini bisa ditemukan di Search Labs atau saat kamu menerjemahkan ke atau dari bahasa Inggris di Google Penelusuran pada ponsel atau tablet Android.
Yang kedua adalah fitur latihan di aplikasi Google Terjemahan. Halaman bantuannya membatasi fitur ini pada negara dan pasangan bahasa tertentu, dan Indonesia tidak termasuk dalam daftar negaranya. Pasangan bahasanya juga tidak mencakup penutur bahasa Indonesia. Jadi, kalau yang kamu temukan di internet adalah cara latihan lewat Google Terjemahan, fitur itu tidak termasuk yang disediakan untuk Indonesia.
Di luar kedua fitur itu, kamu bisa mengucapkan kalimat bahasa Inggris ke mikrofon Google Terjemahan dan melihat apakah kalimat yang muncul di layar sesuai dengan maksudmu. Namun, halaman tentang Google Terjemahan menyebut suara sebagai salah satu cara memasukkan teks dan tidak menyebut penilaian pelafalan. Kalau kalimatnya tertulis dengan benar, artinya ucapanmu dikenali, bukan berarti pelafalannya sudah dinilai.
Dengan pilihan gratis saja, latihan setiap hari sudah bisa berjalan. Bedanya, urutan latihan dan catatan kemajuannya harus kamu atur sendiri. Kalau bagian itu terasa berat, aplikasi berbentuk pelajaran bisa mengambil alih pekerjaan tersebut. Kalau bahan dan kesempatan bicara sudah ada, yang paling dibutuhkan adalah kebiasaan mencatat bagian yang macet, yang dibahas di bagian berikutnya.
Setelah les: catat yang belum bisa kamu ucapkan
Banyak orang sampai pada masa ketika latihan jalan terus setiap hari, tetapi kelancaran tidak juga meningkat. Yang sering terjadi, kalimat yang dilatih justru kalimat yang sebenarnya sudah bisa diucapkan, sementara kalimat yang ingin dikatakan tetapi tidak keluar saat les atau mengobrol lewat begitu saja.
Latihan sendiri, termasuk dengan AI, biasanya memakai isi yang sudah kamu siapkan, jadi bagian yang macet memang jarang muncul. Momen yang paling jelas menunjukkan apa yang kurang adalah saat bicara dengan orang: kamu ingin mengatakan sesuatu, tetapi kalimatnya tidak keluar. Momen seperti itu sulit dibuat ulang saat sendirian, tetapi sering muncul di les online, rapat, atau obrolan dengan teman.
Schmidt, dalam artikelnya tahun 1990, mengusulkan bahwa pelajar bahasa kedua mempelajari hal yang mereka sadari, sedangkan masukan bahasa yang lewat tanpa disadari cenderung tidak ikut dipelajari. Usulan ini berupa hipotesis. Isinya bukan bahwa begitu menyadari sesuatu kamu langsung bisa mengucapkannya, melainkan bahwa menyadari adalah titik awal belajar.
Dalam latihan bicara, momen menyadari yang paling jelas adalah saat kamu ingin mengatakan sesuatu dan kalimatnya tidak keluar. Saat itu kamu tahu persis apa yang kurang, tetapi obrolan masih berjalan dan tidak ada waktu untuk mencarinya. Begitu obrolan selesai, rasa tidak bisa bicara itu masih tertinggal, tetapi kalimat yang tadi ingin kamu katakan sering sudah kabur.
Setelah kalimat yang kurang itu ditemukan, cara melatihnya juga penting. Dalam eksperimen Karpicke dan Roediger yang terbit di jurnal Science tahun 2008, pelajar menghafal pasangan kata bahasa Swahili dan bahasa Inggris, lalu dibandingkan dua cara: terus membaca ulang, atau terus diuji untuk mengingatnya kembali. Pada tes seminggu kemudian, hasil kelompok yang berulang kali mengingat kembali jauh lebih baik, sedangkan membaca ulang setelah kata-katanya sudah hafal tidak menambah apa-apa. Eksperimen ini mengukur hafalan kosakata, bukan kemampuan berbicara secara langsung, tetapi menunjukkan bahwa mengeluarkan isi dari ingatan adalah bagian yang membuatnya bertahan.
Kedua hal ini bisa digabung menjadi latihan yang dilakukan setelah setiap les atau obrolan, cukup dengan kertas atau catatan di HP.
- Setelah les selesai, catat satu sampai tiga hal yang ingin kamu katakan tetapi tidak keluar, dalam bahasa Indonesia yang singkat.
- Cari satu ungkapan bahasa Inggris untuk tiap hal. Kalau ada beberapa pilihan, cukup simpan satu.
- Esok harinya, lihat catatan bahasa Indonesianya saja dan ucapkan bahasa Inggrisnya tanpa melihat jawabannya.
- Kalau tidak keluar, lihat jawabannya lalu ucapkan lagi, dan beberapa hari kemudian coba ingat sekali lagi.
- Di les berikutnya, usahakan ungkapan itu terpakai setidaknya satu kali.
Bagian yang macet dalam percakapan sungguhan cukup jelas menunjukkan di mana kelancaranmu masih kurang. Kalimat yang diambil dari bagian-bagian itu biasanya lebih dekat dengan apa yang akan kamu ucapkan lain kali daripada kalimat baru yang dipilih dari daftar. Cara menulis catatan supaya bisa dipakai untuk menguji diri sendiri dibahas lebih rinci di artikel tentang cara review kelas bahasa Inggris.
Kalau mau langkah ini otomatis — SpeakCoach

Siklus ini dimulai dari bagian yang tidak bisa kamu ucapkan saat les, padahal bagian itulah yang paling sulit dicatat. Selama les tidak ada jeda untuk menulis, dan begitu les selesai, kalimat yang tadi macet sering sudah tidak teringat. Tanpa catatan itu, besok tidak ada kalimat yang bisa dilatih.
Begitu lesmu selesai, skor dan satu hal yang perlu diperbaiki tiba dalam satu menit. Coba gratis.
Kesimpulan
- AI bisa dipakai latihan bicara kapan saja. Obrolan teks ChatGPT gratis tanpa batas, tetapi suara dan ingatannya dibatasi, sedangkan ELSA Speak dan Speak berbentuk pelajaran.
- Teks latihan paling berguna kalau pendek, dekat dengan hal yang akan kamu ucapkan, dan diucapkan ulang tanpa melihat.
- Latihan harian bisa dilakukan sendiri: menirukan suara asli, menceritakan kegiatan, merekam suara sendiri, dan mengingat kalimat tanpa melihat.
- Pilihan gratis sudah cukup untuk latihan setiap hari. Bantuan resmi Google mencantumkan Indonesia untuk Speaking Practice di Google Penelusuran, tetapi tidak untuk fitur latihan Google Terjemahan.
- Kalimat yang macet saat les sebaiknya dicatat setelah les, lalu dilatih dengan mengingat kembali, bukan dengan membaca ulang.
Sumber
Setiap sumber di bawah ini kami periksa dengan membuka halamannya langsung. Isi halaman bisa berubah, jadi kami mencantumkan tanggal saat halaman itu kami akses.
Sumber: OpenAI — ChatGPT pricing (plan comparison) (diakses 2026-09-03) / ELSA Speak official site (diakses 2026-08-24) / Speak official site (diakses 2026-08-24) / Schmidt (1990) The Role of Consciousness in Second Language Learning, Applied Linguistics 11(2) (diakses 2026-08-19) / Karpicke & Roediger (2008) The Critical Importance of Retrieval for Learning, Science 319 (diakses 2026-08-19) / Google Search Help — Where Search Labs & experiments are available (Speaking Practice) (diakses 2026-09-14) / Google Translate Help — Practice (available countries and language pairs) (diakses 2026-09-14) / Google Translate — About (diakses 2026-08-24)
Pertanyaan yang sering diajukan
- AI untuk belajar speaking bahasa Inggris gratis, apa saja yang bisa dipakai?
- Ada beberapa, dengan batas yang berbeda. Menurut halaman perbandingan paket resmi ChatGPT, paket gratisnya memberi obrolan teks tanpa batas, tetapi obrolan suara serta ingatan dan konteksnya dibatasi. Jadi mengobrol dalam bahasa Inggris lewat ketikan bisa gratis, tetapi latihan dengan suara setiap hari bisa terbentur batas. ELSA Speak punya bagian yang bisa dipakai gratis untuk latihan pelafalan yang diberi skor. Speak gratis hanya selama uji coba tujuh hari, setelah itu berbayar. Alat mana pun yang dipakai, jawaban sebaiknya diucapkan dengan suara, bukan hanya diketik.
- Latihan berbicara bahasa Inggris di Google itu fitur apa?
- Ada dua fitur Google yang mungkin dimaksud, dan syaratnya berbeda. Menurut halaman bantuan resmi Google Penelusuran, Speaking Practice di Google Penelusuran tersedia di Indonesia dan bisa ditemukan di Search Labs atau saat menerjemahkan ke atau dari bahasa Inggris di Google Penelusuran pada ponsel atau tablet Android. Fitur latihan di aplikasi Google Terjemahan lain lagi: daftar negara di halaman bantuannya tidak memuat Indonesia, dan pasangan bahasanya tidak mencakup penutur bahasa Indonesia. Kalau hanya ingin tahu apakah ucapanmu dikenali, mikrofon Google Terjemahan bisa dipakai, tetapi hasilnya bukan penilaian pelafalan.
- Aplikasi bicara bahasa Inggris mana yang cocok untuk latihan?
- Tergantung apa yang ingin dilatih. Untuk mencoba situasimu sendiri secara bebas, ChatGPT memungkinkan kamu menentukan topik dan situasinya. Untuk melatih pelafalan dengan skor, ELSA Speak menilai dari tingkat kata, kalimat, sampai percakapan. Speak melatih bicara lewat kalimat dan percakapan dengan umpan balik soal pelafalan dan kewajaran ungkapan, dengan uji coba gratis tujuh hari sebelum berbayar. Tidak ada aplikasi yang mendengar bagian yang macet saat kamu bicara dengan orang sungguhan, jadi bagian itu perlu dicatat dan dibawa sendiri ke latihan.
- Teks bahasa Inggris untuk latihan speaking sebaiknya seperti apa?
- Teks yang pendek, dekat dengan hal yang benar-benar akan kamu ucapkan, dan bisa diulang berkali-kali. Urutan yang enak dari yang paling mudah adalah perkenalan diri, rutinitas sehari-hari, cerita tentang kejadian yang sudah lewat, lalu menyampaikan pendapat. Setelah dibaca dengan suara keras beberapa kali, sisi bahasa Inggrisnya ditutup dan kalimatnya diucapkan dari terjemahan, lalu esok harinya isinya diceritakan dengan kata-kata sendiri. Membaca keras saja membiasakan lidah, tetapi belum melatih mengeluarkan kalimat tanpa teks.
- Di mana bisa latihan speaking English online secara gratis?
- Pilihan gratisnya bisa dibagi tiga menurut apa yang ditambahkannya. Bahan untuk ditirukan ada di video pelajaran atau berita berbahasa Inggris yang punya transkrip. Kesempatan bicara ada di kelompok pertukaran bahasa atau klub percakapan online, meski jadwal dan lawan bicaranya tidak selalu tetap. Tanggapan atas ucapanmu bisa didapat dari paket gratis alat AI, misalnya obrolan teks ChatGPT yang tanpa batas atau bagian gratis ELSA Speak. Perekam suara di HP juga cukup untuk merekam satu menit bicaramu dan mendengarkannya lagi.
Pendiri TAKE A Inc. dan guru bahasa Inggris bersertifikat. Ia sudah memakai lebih dari 20 layanan kursus bahasa Inggris online dan mengikuti lebih dari 1.000 sesi. Kini ia membangun SpeakCoach, yang merekam sesi-sesi itu lalu menganalisisnya dengan AI.
